Senin, 06 Juni 2011

MAKALAH SEMINAR PENDIDIKAN MATEMATIKA


MAKALAH SEMINAR PENDIDIKAN MATEMATIKA

PENERAPAN TEKNIK ASESMEN BERBASIS KELAS DENGAN PORTOFOLIO DALAM
PEMBELAJARAN MATEMATIKA



Oleh :
Enggri Yuliandari
64308/2005


Dosen Pembimbing :
Prof. Drs. H. Muchtar G, M.Sc
Drs. H. Yarman M,Pd



JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2008
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul Penerapan Teknik Asesmen Berbasis Kelas dengan Portofolio dalam Pembelajaran Matematika”. Penulisan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Seminar Pendidikan Matematika.
Penulisan makalah ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.       Bapak Prof. Drs. H. Muchtar G, M.Sc selaku dosen mata kuliah Seminar Pendidikan Matematika.
2.       Bapak Drs. H. Yarman, M.Pd selaku dosen mata kuliah Seminar Pendidikan Matematika.
3.       Teman-teman yang turut menyumbangkan ide dan saran yang kreatif dan inovatif kepada penulis.
Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini terdapat berbagai kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan penulisan makalah ini.


Padang, 13 Oktober 2008


            Penulis







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..........................................................................              i
DAFTAR ISI ........................................................................................              ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .........................................................................              1
B. Rumusan Masalah .....................................................................              2
C. Tujuan Penulisan Makalah .........................................................              2
D. Manfaat Penulisan .....................................................................              2

BAB II PEMBAHASAN
A Pengertian Teknik Asesmen Berbasis Kelas ................................              3
B. Tujuan dan Manfaat Penilaian Berbasis Kelas.............................              4
C. Implementasi Penilaian Berbasis Kelas........................................              6
D. Teknik Penilaian Berbasis Kelas dengan Portofolio ....................              6

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ...............................................................................              9
B. Saran ........................................................................................              9

DAFTAR PUSTAKA
             
 







BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Berbagai macam pembaharuan sudah dilakukan di bidang pendidikan. Salah satunya dapat dilihat dari perubahan kurikulum yang diterapkan di sekolah. Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) tahun 2004 lalu disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006. Penerapan kurilulum tersebut tentu saja berpengaruh dalam aktivitas pembelajaran di kelas terutama dalam asesmen pembelajaran, termasuk dalam pembelajarasn matematika.
Teknik penilaian “paper and pencil test” yang selama ini digunakan guru dirasa tidak cocok lagi dengan tuntutan KTSP. Asesmen dalam KTSP harus dapat mengungkap kemampuan siswa dari segala aspek, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Teknik “paper and pencil test” yang selama ini digunakan guru hanya dapat mengungkap aspek kognitif siswa saja. Ditambah lagi, teknik “paper and pencil test” tidak memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nilai siswa saat tes dilaksanakan, seperti : keadaan psikologis siswa saat tes, faktor kesehatan siswa, waktu tes dilaksanakan, dan sebagainya. Faktor-faktor tersebut dapat mengakibatkan siswa tidak mengerjakan soal tes yang diberikan dengan kemampuan yang sebenarnya.
Khusus untuk bidang studi matematika perubahan bentuk asesmen juga dituntut oleh adanya perubahan fungsi sekolah. Perubahan fungsi tersebut sudah digambarkan dalam tujuan pembelajaran matematika yang tercantum dalam kurikulum 2004, yaitu :
1.      Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan.
2.       Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, instuisi, dan penemuan.
3.       Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah.
4.      Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan.
Teknik asesmen yang diperlukan oleh KTSP adalah teknik asesmen yang dapat menggambarkan tujuan dari matematika itu sendiri yang sekaligus dapat mengungkap ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.
Adapun teknik penilaian yang dirasa cocok dengan tuntutan KTSP adalah teknik asesmen berbasis kelas. Penilaian berbasis kelas merupakan suatu kegiatan mengumpulkan informasi tentang proses dan hassil belajar siswa yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan.
Dalam hal ini, penulis tertarik untuk mengkaji lebih jauh tentang salah satu strategi yang digunakan dalam teknik asesmen berbasis kelas, yaitu stategi asesmen portofolio. Portofolio adalah kumpulan pekerjaan siswa yang representatif menunjukkan perkembangan siswa dari waktu ke waktu. 

B.     Rumusan Masalah
Permasalahan dalam penulisan makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
“Apa itu teknik asesmen berbasis kelas dan bagaimana penerapan teknik asemen berbasis kelas dengan portofolio dalam pembelajaran matematika?”

C.     Tujuan Penulisan Makalah
1.       Untuk mengetahui suatu teknik asesmen baru yang sesuai dengan tuntutan KTSP.
2.       Untuk menambah pengetahuan guru tentang cara menerapkan strategi portofolio dalam pembelajaran matematika.

D.     Manfaat Penulisan Makalah
1.       Sebagai masukan dan pertimbangan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan KTSP.
2.       Tambahan pengetahuan bagi penulis yang nantinya akan terjun ke lapangan sebagai seorang guru.
BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Teknik Asesmen Berbasis Kelas
Asesmen adalah istilah umum yang mencakup semua metode yang digunakan untuk menilai kinerja individusiswa atau kelompok siswa (Ibrahim, 2005: 1). Asesmen yang dilakukan secara komprehensif sepanjang proses pembelajaran (berkelanjutan) dikenal dengan asesmen berbasis kelas. Menurut Ibrahim (2005: 77)
“Di dalam kurikulum berbasis kompetensi (KBK) asesmen bukan hanya mencakup proses menilai, tetapi juga bermakna : (a) membantu anak belajar, (b) bersifat individual, (c) on going, (d) multi konteks, (e) anti bias, (f) menekankan pada keunggulan anak/siswa.”

Sedangkan menurut Angelo dalam Depdiknas (2004:6)
“Asesmen berbasis kelas merupakan penilaian yang dapat digunakan guru untuk mengumpulkan feedback seawal dan sesering mungkin mengenai seberapa baik siswa belajar, mengenai apa yang sedang dipikirkan siswa dan mengenai apa tyang sedang dikerjakan siswa.”

Jadi, asesmen berbasis kelas adalah suatu kegiatan mengumpulkan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan sehingga penilaian tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur dari siswa. Dengan demikian peran asesmen berbasis kelas adalah memberikan masukan atau informasi secara komprehensif tentang hasil belajar siswa dilihat ketika proses dan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan berbagai strategi asesmen yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai siswa. Dalam pelaksanaannya penilaian tersebut bersifat internal, artinya hanya dilakukan oleh guru yang membimbing, terus-menerus,dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan belajar mengajar.
Menurut Depdiknas (2004:7), penilaian berbasis kelas harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1.       Mengacu ke kompetensi
2.       Komit pada partisipasi aktif siswa.
3.       Mengarah pada penilaian berkelanjutan.
4.       Bersifat kontekstual dan spesifik.
5.       Memberikan umpan balik.
6.       Mendasari praktek mengajar yang baik.
Berdasarkan ciri-ciri tersebut maka penilaian berbasis kelas perlu dirancang untuk mengukur apakah siswa telah menguasai setiap kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Informasi yang diperoleh digunakan untuk memperbaiki program pengajaran guru sehingga mutu belajar siswa lebih meningkat.
Dalam pelaksanaan penilaian berbasis kelas guru perlu m,emperhatikan beberapa prinsip yang harus digunakan sebagaimana dijelaskan Depdiknas (2003:142), yaitu :
1)      Valid.
2)      Mendidik.
3)      Berorientasi pada kompetensi.
4)      Adil dan objektif.
5)      Tebuka.
6)      Berkesinambungan.
7)      Menyeluruh.
8)      Bermakna.
Bedasarkan prinsip-prinsip di atas maka penilaisn harus memberikan informasi yang akurat tentang hasil belajar siswa yang dilakukan dengan berbagai cara.

B.     Tujuan dan Manfaat Penilaian Berbasis Kelas
1.       Tujuan Penilaian Berbasis Kelas
Dengan menggunakan prinsip-prinsip yang telah dijelaskan di atas, penilaian berbasis kelas bisa diarahkan pada 4 tujuan sebagaimana dijelaskan dalam Depdiknas (2004: 5) sebagai berikut :
a)       Penelusuran, yaitu untuk menelusuri agar proses pembelajaran subjek belajar tetap sesuai dengan program.
b)      Pemeriksaan, yaitu untuk memeriksa kelemahan-kelemahan yang dialami subjek belajar dalam proses pembelajaran.
c)       Penemuan, yaitu untuk mencari dan menemukan hal-hal yang menyebabkan terjadinya kelemahan dan kesalahan dalam proses pembelajaran.
d)      Penyimpulan, yaitu untuk menyimpulkan apakah subjek belajar telah menguasai seluruh kompetensi yang ditetapkan kurikulum atau belum.

Berdasarkan penilaian di atas terlihat bahwa penilaian berbasis kelas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana subjek belajar menguasai setiap kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Untuk memperoleh data tersebut dimulai dengan penelusuran, apakah proses pembelajaran sudah sesuai dengan program yang telah dibuat, dilanjutkan dengan pemeriksaan dan penemuan untuk mengetahui kelamahan dan kesalahan yang tejadi selama proses pembelajaran, sehingga diperoleh kesimpulan yang dapat memberikan gambaran yang utuh tentang pelaksanaan pembelajaran.   
2.       Manfaat Penilaian Berbasis Kelas
Manfaat penilaian berbasis kelas menurut Supranata dan Hatta (2004: 5) antara lain :
a)       Memberi umpan balik pada progran jangka pendek ynag dilaskukan siswa dan guru.
b)      Memberi kegunaan hasil pembelajaran siswa dengan melibatkan siswa secara maksimal.
c)       Membantu pembuatan laporan lebih bagus dan menaikkan efisiensi pembelajaran.
d)      Mendorong pengajaran sebagai proses penilaian formatif yang melibatkan banyak waktu untuk melakukan umpan balik dan perbaikan hasil belajar siswa.
Jadi, secara umum dapat disimpulkan bahwa penilaian berbasis kelas bermanfaat untuk memberikan umpan balik bagi siswa dan guru terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan, sehingga hasil yang diperoleh dapat digunakan untuk perbaikan di masa yang akan datang.


C.     Implementasi Penilaian Berbasis Kelas
Penilaian berbasis kelas merupakan suatu proses yang dilaksanakan melalui langkah-langkah perencanaan, pengumpulan informasi,melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hail belajar peserta didik, pelaporan dan penggumnaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Menurut Depdiknas (2004:15) penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai cara, yaitu :
1)      Penilaian unjuk kerja.
2)      Penilaian sikap.
3)      Penilaian tertulis.
4)      Penilaian proyek.
5)      Penilaian produk.
6)      Penilaian portofolio.
7)      Penilaian diri.
Berdasarkan rumusan masalah, maka penulis hanya mengkaji tentang penilaian portofolio.

D.     Teknik Penilaian Berbasis Kelas dengan Portofolio
Supranata-Hatta (2004: 30) menyatakan dalam dunia pendidikan portofolio adalah suatu kumpulan evidence yang dapat memberikan informasi tentang kemampuan dan perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu. Menurut Ibrahim (2005: 24) portofolio adalah kumpulan pekerjaan siswa yang representatif menunjukkan perkembangan siswa dari waktu ke waktu. Portofolio dapat bercerita tentang aktivitas siswa dalam sains atau mata pelajaran lainnya. Fokus portofolio adalah pemecahan masalah, berfikir dan pemahaman, komunikasi tertulis, hubungan sains, dan pandangan siswa sendiri terhadap dirinya sebagai orang yang belajar sains.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa portofolio merupakan kumpulan hasil karya seorang siswa yang menunjukkan perkembangan kemampuan belajarnya pada suatu mata pelajaran selama kurun waktu tertentu. Portofolio bukan dimaksudkan untuk menggantikan sistem penilaian yang ada namun merupakan salah satu upaya memperbaiki dan melengkapites baku dan tes buatan guru.
Hal-hal yang dapat dijadikan sebagai bahan portofolio di sekolah antara lain :
a.       Penghargaan tertulis
b.       Hasil kerja biasa dan hasil pelaksanaan tugas-tugas oleh siswa seperti buku PR dan LKS.
c.       Daftar ringkasan hasil pekerjaan.
d.       Hasil ulangan harian atau semester.
e.       Presentasi dari tugas-tugas yang dikerjakan.
f.         Catatan pribadi.
Semua hal yang menjadi bahan penilaian portofolio disebut sebagai evidence atau bukti hasil penilaian (Supranata, 2004: 25). Evidence yang dimasukkan ke dalam portofolio harus dinilai. Selanjutnya ketercapaian siswa terhadap kompetensi dasar tertentu digambarkan melalui format penilaian evidence tiap-tiap kompetensi dasar.
Contoh format penilaian :
Kompetensi Dasar :
Nama :
Sub Konsep :
Indikator :

Evidence :
Komentar orang tua :
                                                                          (Suipranata, 2004 : 127)
Berbeda dengan penilaian lainnya keterlibatan peserta didik dalam penilaian portofolio merupakan sesuatu yang harus dikerjakan. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dan dijadika pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah antara lain : saling percaya, kerahasiaan bersama, milik bersama, kesesuaian, proses dan hasil (Supranata, 2004 : 77). Hal tersebut harus dilakukan agar pencapaian hasil belajar optimum.
Keuntungan menggunakan portofolio (Ibrahim, 2005: 26) adalah :
1.       Membantu memberikan potret yang lengkap tentang kemampuan ilmiah dan pertumbuhan siswa.
2.       Meliputi asesmen terhadap proses dan mencakup juga evaluasi diri.
3.       Melibatkan siswa dalam tugas-tugas autentik.
4.       Memotivasi siswa belajar sains.
5.       Merupakan alat afektif bagi guru dan orang tua untuk mengkomunikasikan apa yang dikerjakan siswa.
6.       Mencakup pengembangan keterampilan menulis siswa.
Keuntungan tersebut akan tercapai dengan baik jika pelaksanaan portofolio terorganisir dengan baik dan dijalankan secara efisien dan berkesinambungan.




















BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Asesmen berbasis kelas adalah suatu kegiatan mengumpulkan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan sehingga penilaian tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur dari siswa. Fokus penilaian berbasis kelas dengan portofolio adalah pemecahan masalah, berfikir dan pemahaman, komunikasi tertulis, hubungan sains, dan pandangan siswa sendiri terhadap dirinya sebagai orang yang belajar sains. Berbeda dengan penilaian lainnya keterlibatan peserta didik dalam penilaian portofolio merupakan sesuatu yang harus dikerjakan.

B.     Saran
Penulis hanya dapat menyarankan bahwa dalam penerapan asesmen berbasis kelas dengan portofolio di sekolah harus melibatkan siswa secara keseluruhan dan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.













DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Pedoman Penilaian Kelas. Jakarta : Depdiknas

Ibrahim, Muslim. 2005. Seri Pembelajaran Inovatif Asesmen Berkrlanjutan. Surabaya : University Press

Ott, Jack. 1994. Alternatif Assesment In The Mathematics Class Room. Glenede : MC Hill New York

Supranata, Sumarna dan Muhammad Hatta. 2004. Penilaian Portofolio. Bandung : Remaja Rosdakarya.


















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar